Minggu, 12 Juni 2011

Fisioterapi, Apa perlu….?

Apakah fisioterapi itu? Fisioterapi adalah pelatih khusus yang bekerja dengan pasien untuk mengembalikan aktivitas, kekuatan dan gerakan pasien termasuk didalamnya pasien yang mengalami cidera ataupun operasi.
Fisioterapi dapat melatih pasien dengan olahraga khusus, penguluran dan bermacam-macam tehnik dan menggunakan beberapa alat khusus untuk mengatasi masalah yang dihadapi pasien yang tidak dapat diatasi dengan latihan –latihan fisioterapi.
Tugas fisioterapis
Tugas utama seorang fisioterapis adalah memberikan asuhan fisioterapis atau pelayanan fisioterapis. Tentunya pelayanannya harus sesuai dengan standar pelayanan fisioterapis yang berlaku agar mutu pelayanan bisa dipertanggungjawabkan dan mampu memuaskan pasien.
Bidang fisioterapi sebenarnya sangat bermanfaat untuk meningkatkan derajat kesehatan seseorang. Karena layanan fisioterapis dapat mencapai hasil yang optimal bila ada motivasi pasien, disiplin dan konsistensi dalam menjalankan program fisioterapis, dan adanya dukungan keluarga dan lingkungan.Tiga hal ini sangat membantu cepat tidaknya seorang pasien mengalami kesembuhan.
Fisioterapi dapat Membantu Fungsi Rehabilitasi pada kasus-kasus:
Pada tumbuh kembang anak, antara lain: 
Cerebral Palsy, Down Syndrome. Dystropy Muscular Progressive (DMP), Infeksi saluran nafas (batuk, pilek, asthma, dan lain-lain). Cacat bayi pasca lahir.Pada usia lanjut (Geriatry): Nyeri pinggang / punggung. Nyeri tengkuk dan bahu. Nyeri pinggul, lutut & kaki serta tangan (Rheumatik). Keterbatasan fungsi gerak sendi dan Limited Activity Daily Living. Pada olahraga, antara lain: Tennis Elbow, Golfers Elbow.Thoracic Outlet Compression Syndrome (TOCS). Cedera Otot Ligament, Dislokasi Sendi.
Kenapa fisioterapi penting?
Fisioterapi penting dalam hal ortopedik untuk dua alasan utama
Pertama, tipe pasien ortopedik mempunyai kekurangan yang membutuhkan penanganan. 
Sebagai contoh, pasien dengan carpal tunel syndrome (syndrome pada terowongan tulang pergelangan tangan) mempunyai kelemahan khusus pada otot tangannya dan membutuhkan target latihan untuk mengembalikan fugsinya. Atau pada sendi lutut sebagai contohnya chondromalacia mempunyai ketidakseimbangan pada otot-otot disekitar sendi lututnya. Seorang fisioterapi dapat melatih pasien dengan latihan-latihan tertentu untuk otot-otot tersebut dengan tujuan untuk meningkatkan fungsi dan menurunkan masalahnya. 
Kedua, fisioterapi banyak mengetahui tentang prosedur operasi, tujuan latihan, anatomi otot dan tulang serta dapat menyesuaikan kondisi untuk meningkatkan gerak dan fungsi pasien. Setelah mengetahui tatacara operasi seperti penggantian sendi pinggul, ini sangat penting untuk mengetahui terapi yang diberikan kepada pasien disesuaikan dengan tatacara operasi. Beberapa operasi berpengaruh pada keterbatasan gerak dan luas gerak sendinya, untuk itu seseorang yang mengetahui banyak tentang masalah seputar tatacara operasi dibutuhkan untuk mengembalikan gerak dan fungsi pasien sehingga tujuan terapi dapat tercapai.
Apakah hal terpenting yang bisa dilakukan fisioterapi:
Streetching/Penguluran
: adalah penting untuk menjaga luas gerak sendi disekitar persendian.Strengthening/penguatan: latihan penguatan dilakukan untuk membantu pasien meningkatkan fungsi dari otot. Electrical Stimulation: yaitu terapi dengan menggunakan listrik. Ice and Heat Therapy: Dingin dan panas ditujukan untuk menghangatkan dan mendinginkan otot, sebagai catatan modalitas ini dapat meningkatkan aliran darah dan dapat menurunkan pembengkakan. Biofeedback : menggunakan berbagai peralatan untuk meningkatkan satu atau grup otot yang lemah. dirangkum dari berbagai sumber by Admin 
Contoh kasus penanganan Nyeri pinggang dengan fisioterapi:
Nyeri pinggang bawah [Low back pain}adalah keluhan yang sering dialami oleh 50-80% penduduk negara-negara industri[Mink 1986,Kramer 1981] dimana prosentasi meningkat sesuai usia.Pada tahun 1975-1978 diteliti 3000 pria dan 3500 wanita usia 20 tahun keatas di Belanda menyatakan 51% pria 57% wanita menyeluh nyeri punggung bawah dimana 50% nya dalam beberapa waktu tidak bugar untuk bekerja dan 8% harus alih pekerjaan
Menurut para ahli,yang menjadi penyebab nyeri pinggang dan jenis nyeri pinggang banyak ragamnya,yang pada akhirnya memerlukan pendekatan penanganan yang multidisipliner tergantung dari apa yang menjadi penyebabnya. Diantara penyebabnya antara lain:
a.Back-strains[ketegangan/keseleo?/peregangan Ini adalah penyebab yang paling sering muncul pada nyeri pinggang.Strain dapat terjadi pada otot,ligament atau pada persendian tulang belakang,Abnormal stress, gerakan yang tiba-tiba atau penggunaan yang berlebihan seperti duduk lama dikantor atau ngenet dapat memicu back strain,terjatuh,otot yang lemah, hentakan yang tidak dikehendaki dapat  juga menjadi pemicunya
b.Disc degeneration ,/terjadinya kelainan discus,mencakup   spondilosis,HNP,Stenosis Spinalis,Osteoartritiss
c Arthritis.
d.Sciatica Syaraf sciatica dari pinggang bawah yang berjalan dari tulang belakang  ketungkai bagian belakang dapat teriritasi oleh adanya pembengkakan atau peradangan yang pada akhirnya menimbulkan nyeri
e.osteoporosis. Pengeropsan tulang atau hilangnya massa tulang
f.Emotional-stress terkait dengan adanya peningkatan ketegangan otot karena ketegangan pikiran
Mengingat nyeri pinggang bawah banyak factor yang menjadi penyebabnya, maka dalam penanganannya pun menjadi memerlukan pendekatan yang comprehensive[Multidispliner] mulai dari Internist, ahli bedah tulang[Orthoped],Neurolog,Rehabilitasi.Fisioterapis dan lain-lain,tergantung penyebabnya.Untuk memastikan penyebabnya,langkah terbaik datanglah ke dokter yang anda percayai.
Setelah dilakukan pemerikasaan dan dapatkan diagnosisnya dan ternyata penyebab nyeri pinggang Anda adalah karena Spondylogenic  maka langkah–langkah terapinya adalah :
Terapi Konservatif
1.Istirahat
2.Traction.Dapat dilakukan secara manual oleh Fisioterapis yang Ahli       Therapi Manipulasi dan Machine Traksi yang biasanya tersedia bagian  Rehabitasi unit Fisioterapi .pada penderita HNP/PDI Tujuan traksi     adalah diharapkan akan mengembalikan herniasinya /”slip back into place”
3.Modalitas pengobatan pada akut dan chronic LBP Modalitas biasanya yang tersedia unit Rehabilitasi Medik/Fisioterapi berupa Heating,cold,Stimulasi,Elektroterapi exercise yang dapat berupa infrared,Short Wave Diathermy[SWD} es hidrocolattor pack,Whirpooll,Ultrasound. Pemilihan modalitas tergantung kondisi serta petunjuk dari ahli Rehablitasi
4.Pemberian Obat yang dapat berupaTergantung pilihan dokter yang berkompeten. Menurut literatur dapat  berupa:-Morphine-Codein-Non narcotic analgetic:Aspirin,penacitin.dll-Anti inflamasi drugs:Phenilbutazone,dll-Muscle relaxants:Diazepam,Valium,dll-Anti depressant
5.Pengaturan postur  sewaktu duduk.

Terapi Operatif. Terapi operasi/surgical treatment adalah pilihan terakhir ketika terapi conservative fail.
Terapi Alternatif. Terapi alternative adalah pilihan yang patut dipertimbangkan oleh penderita ketika pengobatan konvensional sulit dijangkau oleh karena mahalnya biaya atau berbagai alasan lainnya. Sebaiknya penderita tidak memilih terapis alternative yang akan memperparah keadaannya.contoh ketika pasien mengalami keluhan nyeri pinggang yang berat yang disebabkan HNP.{pergeseren nucleus pulposus] yang menyebabkan iritasi syaraf pada segmen sekitarnya yang selanjutnya akan menyebabkan nyeri,}Lalu pasien datang ke tukang urut.Maka kemungkinan besar akan menambah parah kondisi yang dialaminya.

ASMA DAN NEBULIZER

Apakah Asma ?

Asma merupakan gejala yang ditimbulkan akibat adanya kelainan saluran nafas, menyebabkan peningkatan kepekaan rangsang terhadap lingkungan. Kondisi asma ini dapat diakibatkan karena kondisi pikiran yang lelah, kelelahan jasmani, perubahan lingkungan yang tidak sehat (banyak asap, cuaca, kelembaban lingkungan), infeksi saluran nafas dan alergi bahan yang terhirup atau dimakan. Dapat dikatakan bahwa asma itu adalah penyakit alergi. Sekitar 50 – 60 % penyakit alergi pernafasan diturunkan ke anak atau cucu.

Gejala ?
Gejala yang sering dijumpai pada penderita asma biasanya adalah pilek/bersin, batuk disertai rasa gatal di tenggorokan. Pada tingkat lanjut akan ditemukan adanya sesak nafas, nafas berbunyi, berkeringat dan denyut nadi meningkat. Yang perlu mendapatkan perhatian adalah ketika terjadi serangan asma maka akan terjadi penyempitan pada saluran nafas. Hal ini sangat berbahaya jika terjadi penumpukan dahak (dahak yang pekat dan lengket) dan sulit dikeluarkan karena hal ini penghalangi keluar-masuknya udara.
Pengobatan ?
Pengobatan terkini yang dapat diberikan pada penderita asma selain pemberian obat oral adalah pengobatan/terapi dengan nebulizer.
Apa Itu Nebulizer ?
Nebulizer merupakan suatu alat yang digunakan dalam pengobatan asma. Alat ini dapat mengubah partikel obat dari cair ke gas (uap). Karena obat diubah dalam bentuk gas (uap) maka obat ini lebih mudah untuk diserap sehingga efek dari obat lebih cepat kelihatan daripada obat oral. Dalam istilah fisioterapi , terapi ini sering kita sebut Inhalasi Terapi. Pada pelaksanaan inhalasi terapi pasien tidak hanya dinebulizer saja, tetapi pasien juga di hangaatkan bagian dada dan punggung, direlaksasikan otot-otot dada dan punggungnya serta dilatih untuk batuk dan membuang lendir. Terapi ini sangat aman (asal dilakukan oleh yang ahlinya tentunya…) dan sangat efektif dalam mengurangi keluhan asma.

SENAM BAYI, StimulasiOptimal di Masa Pertumbuhan

SENAM merupakan cara terbaik untuk mempertahankan kebugaran. Bagaimana bila ini diterapkan pada bayi?
Senam bayi merupakan bentuk permainan gerakan pada bayi, yang bertujuan untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan, serta kemampuan pergerakan bayi secara optimal. Selain itu, juga untuk mengetahui jika terjadi perkembangan yang salah secara dini. Ini merupakan tindakan antisipasi yang tepat untuk penanganan agar bayi tumbuh normal.
”Senam bayi sangat penting karena ini merupakan salah satu usaha untuk mengoptimalisasikan proses tumbuh kembang pada bayi. Segala aspek yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi bisa tercapai dan terpenuhi. Selain itu, dengan senam bayi juga bisa mendorong inteligensi yang kompleks untuk bayi, termasuk belajar mengoordinasi,” ungkap ahli fisioterapi dari Rumah Sakit Adi Husada Undaan Surabaya Ninik Sutini SMPh.
Sementara, menurut Ahli Rehabilitasi Medik RSUPN Cipto Mangunkusumo dr Amendi Nasution SpRM, senam bayi sangat penting untuk menguatkan otot-otot dan juga sendisendi pada bayi sebagai persiapan bayi untuk duduk, berdiri, dan berjalan.
Hal senada diungkapkan seorang penyelenggara pendidikan dan kesehatan sekaligus kepala sekolah Twinkle Star, Lely Tobing, ”Senam bagi bayi sangat penting karena sama halnya dengan orang dewasa yang butuh senam untuk kebugaran tubuh. Begitu juga bagi bayi, dengan senam bayi membuat bayi merasa lebih segar.” Senam bayi sebaiknya dilakukan ketika bayi berumur 3 bulan ke atas, setelah kepala bayi mulai kuat. Saat usia bayi belum mencapai 3 bulan, gerakan- gerakan yang dilakukan bayi lebih kepada gerakan refleks.
”Sehingga kalau belum usia 3 bulan sudah diintervensi dengan gerakan yang dibantu orang lain, maka bisa saja akan terjadi penyimpangan- penyimpangan pada gerakan refleks bayi tersebut,” ung- kap Ninik. Gerakan pada senam bayi juga harus disesuaikan dengan perkembangan motoriknya. Ada tahapan-tahapan penting yang harus diperhatikan pada senam bayi, hal ini sesuai dengan proses tumbuh kembang bayi.
”Ada tiga tahap perkembangan bayi.Tahap pertama usia 3–6 bulan,tahap kedua usia 6–9 bulan, dan tahap ketiga usia 9–12 bulan,” ungkap dr Amendi. Untuk tahap awal, usia 3– 6 bulan, merupakan proses bayi belajar merangkak, dibutuhkan tangan dan kaki yang kuat untuk menopang tubuh bayi ketika merangkak. Senam dengan mengoptimalkan gerakan tangan dan kaki, berfungsi untuk membantu bayi merangkak.
”Tahapan pertama bisa dimulai dengan senam di antara kedua tangan, kedua kaki, dan mata. Dengan fokusnya pada gerakan tangan dan kaki,” ucap Ninik. ”Selain fokus pada gerakan kaki dan tangan, mata bayi juga dirangsang untuk mengikuti pergerakan kedua tangan dan kaki,” ujarnya. Senam bayi bisa dilakukan dengan posisi bayi tengkurap atau telentang.
Untuk posisi bayi tengkurap bisa dengan cara menekan pantat bayi secara halus dan pelan-pelan untuk memperoleh pergerakan panggul yang optimal. Bisa juga dikombinasikan dengan mengangkat kedua kaki sampai lutut bersudut 90 derajat. Hal ini untuk meluaskan pergerakan panggul.
Sementara itu, menurut Lely Tobing, gerakan-gerakan senam bisa dilakukan dengan menarik kaki kiri dan kaki kanan ke depan sehingga bisa membantu saat dia mulai merangkak karena otot-ototnya menjadi lebih lentur dan juga membantu otot-ototnya ketika bergerak. Jika bayi mulai tengkurap, proses tumbuh kembang selanjutnya adalah persiapan untuk duduk, menurut dr Amendi, otot panggul bayi perlu distimulasi agar bayi bisa duduk dengan benar.
Dipandu Tenaga Ahli
SENAM bayi dapat dilakukan oleh orangtua atau orang yang terdekat dengan sang anak. Namun untuk bayi prematur, ahli rehabilitasi medik RSUPN Cipto Mangunkusumo dr Amendi Nasution SpRM menyarankan sebaiknya yang melakukan senam bayi adalah orang yang profesional atau ahli fisioterapi.
”Bukan berarti orangtua tidak boleh. Tetapi memang sebaiknya yang melakukan adalah ahli fisioterapi karena takutnya kalau orangtua langsung yang melakukan, terjadi kesalahan pada gerakan senamnya,” ungkapnya. Menurut dia, senam untuk bayi prematur berbeda dengan senam untuk bayi normal.
”Disesuaikan dengan kondisi bayi,” ujarnya. Hal yang sama juga disarankan oleh ahli fisioterapi dari Rumah Sakit Adi Husada Undaan Surabaya Ninik Sutini SMPh. ”Pada dasarnya kan yang mengetahui perkembangan hari per hari dari si bayi adalah orangtuanya. Dengan begitu jika orangtua ingin melakukan senam bayi tetap harus di bawah pengawasan ahli fisioterapi,” katanya.
Sementara itu durasi yang dibutuhkan untuk melaksanakan senam untuk bayi prematur seperti yang diungkapkan Ninik adalah 3 kali dalam sehari selama 10 menit. ”Dengan demikian,diharapkan bayi bisa mengejar keterlambatannya, dan nantinya bisa tumbuh kembang seperti layaknya bayi normal,” paparnya.
Dengan panduan dari ahli fisioterapi, senam bayi yang bertujuan untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan, serta kemampuan pergerakan bayi secara optimal dapat dicapai dengan sempurna. Sentuhan pada bayi juga mempererat hubungan ibu- anak.
Lakukan oleh Orang Terdekat
GERAKAN pada senam bayi tidak boleh dipaksakan. Sebaiknya, senam dilakukan oleh orang yang sudah dikenal sang bayi. Akan lebih baik jika dilakukan oleh sang bunda.
Pelaksanaan senam bayi jauh lebih mudah karena bayi terbiasa dengan berbagai sentuhan yang dilakukan si ibu terhadap bayinya. Secara psikologis, hal tersebut juga menjadi sarana kedekatan antara anak dan ibu.
”Ketika melakukan senam bayi, si ibu bisa sambil melakukan proses komunikasi dengan anak. Tentunya komunikasi yang dilakukan juga yang sesuai dengan tahap kembang anak. Harapannya, ketika anak sudah besar, dia akan mencari perlindungan di rumah, bukan di luar rumah,” tutur Ninik Sutini.
Sependapat dengan Ninik, Lely Tobing mengatakan, dengan menggerakkan bagian-bagian tubuh si bayi, akan tercipta sebuah hubungan. Ada dialog atau interaksi antara ibu dan anak. Dengan alasan itulah, Lely menyarankan agar gerakan senam bayi dibantu oleh sang ibu. Selain bisa mempererat pola asuh antara ibu dan anak, menurut dia, keuntungan lainnya adalah rasa percaya diri anak bisa lebih dikembangkan.
Sebenarnya senam bayi juga bisa dilakukan dengan bantuan ahli fisioterapi berpengalaman, tapi biasanya ada kendala yang sering dihadapi. Karena yang melakukan senam adalah orang asing, biasanya anak suka terkejut. ”Dibutuhkan waktu agar anak bisa merasa welcome,” ungkap Ninik.
Namun begitu, Ninik mengatakan, ada keuntungan bila senam bayi dilakukan dengan bantuan ahli fisioterapi, yakni membuat anak lebih berani menghadapi orang lain. Anak akan menjadi lebih supel dan mudah bergaul karena sudah terbiasa dengan orang asing. Dengan begitu membuat anak jadi tidak mudah menangis dan rewel.
”Selain itu goal yang ingin dicapai juga bisa tepat. Jadi, kalau ada gerakan-gerakan yang salah bisa segera diatasi,” papar Ninik. Menurut dia, bayi yang mengikuti senam bayi, umumnya perkembangan motoriknya lebih cepat daripada yang tidak pernah melakukan senam bayi.
Manfaat lain dari senam bayi ini, menurut dr Amendi, adalah melancarkan peredaran atau sirkulasi darah, jantung, meningkatkan koordinasi dan keseimbangan serta kewaspadaan. Agar mendapat hasil yang optimal, sebaiknya senam bayi dilakukan rutin setiap pagi dan sore hari dengan durasi sekitar 10-15 menit setiap harinya.
”Tujuannya selain untuk perkembangan saraf motorik dan sensorik, juga untuk kecerdasan majemuk. Selain itu untuk berguna untuk mengoptimalisasikan fungsi pendengaran, penglihatan, dan tumbuh kembang bayi,” kata Ninik. Senam bayi bisa dilakukan bahkan ketika bayi telah berusia tiga tahun. Menurut Lely Tobing, pada usia tersebut anak masih tetap harus dibantu. Lely melihat dari sudut perkembangan bahasa mereka.
Kemampuan menerima perintah dan mengeluarkan apa yang diperintahkan dalam bentuk tindakan masih terbatas. Kosakata serta konsentrasi anak masih terbatas sehingga mereka masih perlu bantuan.
”Misalkan pegang kaki kiri, pegang kaki kanan, tangan kanan diangkat ke atas, perintah-perintah seperti itu belum tentu mereka langsung connect,” contohnya. Dia menambahkan, kadang anak masih bingung antara perintah yang diberikan dengan apa yang harus dilakukan sehingga membutuhkan waktu yang sedikit lama untuk melaksanakan apa yang diperintahkan.
Senam untuk Bayi Prematur
ELIS, 28, sempat khawatir ketika bayinya terlahir prematur, dengan berat sekitar 1.500 gram. Kecemasan semakin menghantui ketika dia mulai membayangkan buah hatinya tidak bisa tumbuh layaknya bayi normal. Ketakutan-ketakutan semacam itu mungkin tidak hanya dirasakan Elis.
Masih banyak Elis-Elis yang lain yang melahirkan bayi prematur dan khawatir akan perkembangan si buah hati. ”Kebetulan saya disarankan oleh pihak rumah sakit untuk melakukan senam bayi, untuk membantu perkembangan si kecil,” ungkapnya. Dengan menggunakan buku panduan mengenai senam bayi, dia mengakui si kecil lebih terbantu dalam proses tumbuh kembang.
Ahli fisioterapi dari Rumah Sakit Adi Husada Undaan Surabaya Ninik Sutini SMPh mengatakan, senam bayi juga bertujuan untuk mengejar keterlambatan bayi yang terlahir prematur. ”Sangat disarankan senam bayi untuk bayi yang terlahir prematur untuk mengejar keterlambatannya. Jika bayi yang lahir prematur tetapi tidak melakukan senam bayi maka bayi tersebut akan berkembang apa adanya.
Hal ini dikarenakan tidak ada stimulasi atau rangsangan dari luar sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai tahap perkembangan seperti bayi normal,” kata Ninik. Namun, Ninik menjelaskan, metode senam untuk bayi prematur sedikit berbeda dengan bayi yang terlahir normal.
”Lebih mengacu pada kemampuan fisik bayi saat itu. Normalnya usia 4 bulan bayi sudah bisa merangkak, tapi kalau bayi prematur belum bisa, paling dia baru bisa miring ke kanan, dan miring ke kiri. Dengan begitu senamnya disesuaikan dengan perkembangan fisik si bayi,” papar Ninik.
Pada tahap ini, lanjut Ninik, hal yang bisa dilakukan adalah dengan menekuk secara perlahan kaki dan tangan bayi agar ototnya kuat sebagai persiapan dia merangkak. ”Yang jelas, metode senamnya diturunkan dari standar tumbuh kembang bayi normal,” ujarnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa dengan senam akan membantu melancarkan peredaran darah, selain itu edaran darah yang ke otak juga akan semakin meningkat dan kemampuan sensorik juga akan terangsang lewat senam bayi.
Karena itu berbagai aspek yang dibutuhkan untuk tahap tumbuh kembangnya, seperti sensorik, motorik dan kognitif akan terangkum semuanya melalui senam bayi.

Pijat Bayi

Pijat Bayi


Saat sang ibu memandikan sang jabang bayi, tentu dilakukan dengan penuh kasih sayang dan lembut. Sang ibu menikmati saat memandikan si bayi mungil. Dilakukan dengan penuh hati-hati dan perlahan. Namun, hal yang sama juga bisa dilakukan saat memijat bayi. Memijat bayi bisa dilakukan dengan hati-hati dan lembut.
Pijat bayi sudah semakin umum dilakukan oleh banyak orang tua. Pemijatan bayi merupakan kegiatan yang menyenangkan yang membuat orang tua dapat berkomunikasi dengan bayinya baik secara fisik maupun emosi. Seraya memijat dengan lembut, orang tua bisa sambil berbicara dan bersenandung kepada si bayi. Dan biasanya, sang bayi akan membalas dengan tawa, senyuman, atau celoteh yang menyenangkan.

Tujuan Pijat Bayi

Apa tujuan memijat bayi? Berikut ini beberapa manfaat memijat bayi.
  • Pernyataan kasih sayang

    Yang terutama yaitu bayi akan merasakan kasih sayang dan kelembutan dari orang tua saat dipijat. Kasih sayang merupakan hal yang penting bagi pertumbuhan bayi. Sentuhan hangat dari tangan dan jari orang tua bisa membuat bayi merasakan pernyataan kasih sayang orang tua.
  • Menguatkan otot

    Pijatan terhadap bayi sangat bagus untuk menguatkan otot bayi.
  • Membuat bayi lebih sehat

    Memijat bayi bisa memerlancar sistem peredaran darah, membantu proses pencernaan bayi, dan juga memerbaiki pernapasan bayi. Bahkan memijat bayi bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh si bayi.
  • Membantu pertumbuhan

    Menurut penelitian, pertumbuhan bayi seperti berat badan akan lebih baik dengan memijat bayi. Bahkan untuk bayi prematur, berat badan bisa bertambah hingga 47 persen dibanding jika tidak dipijat.
  • Meningkatkan kesanggupan belajar

    Dengan merangsang indra peraba, indra penglihatan dan pendengaran si bayi, akan meningkatkan daya ingat dan kesanggupan belajar sang bayi.
  • Membuat bayi tenang

    Dengan memijat bayi, sama seperti orang dewasa, akan membuat bayi merasa rileks. Hal ini dapat membuat ia bisa tidur lelap lebih lama dan akan lebih tenang.

Cara Memijat Bayi

Pemijatan bayi bisa dilakukan dengan usapan-usapan yang lembut pada kaki dan telapak kaki bayi. Lalu dilanjutkan pada punggung, dada, perut, lengan, dan muka bayi. Lakukan dengan senyuman dan tatapan mata yang lembut kepada si bayi sehingga membuat bayi merasa tenteram dan nyaman. Satu tips yang menarik yaitu sebelum memijat, tatap dan belailah wajah sang bayi seolah Anda meminta ijin untuk memijatnya.
Pemijatan dapat dilakukan pada bayi berusia kurang dari 1 tahun. Pemijatan dapat dilakukan setiap hari yaitu pada pagi hari saat bayi bangun dan pada malam hari sebelum bayi tidur.
Jangan lupa membersihkan tangan Anda sebelum memijat bayi. Hindari mengenakan perhiasan seperti cincin atau gelang yang dapat menggores kulit bayi yang lembut. Baringkan bayi di atas tempat yang lembut dan bersih. Saat mengusap atau memijat, jangan dalam kondisi bayi lapar. Karena bayi akan tidak menikmati pijatan Anda dan lebih sering menangis.
Sebelum memijat, Anda bisa melumuri tubuh bayi dengan lotion bayi yang lembut. Saat memijat, awali dengan sentuhan lembut, lalu secara bertahap tambah tekanan pada sentuhan Anda sampai taraf yang patut bagi tubuh bayi yang lembut.
Mulailah pijatan dari daerah kaki. Bayi lebih menyenangi dipijat pada area kaki. Lalu lanjutkan dengan area lainnya dan akhiri dengan area punggung.
Jika bayi menangis, segera hentikan pijatan. Bisa jadi bayi sudah merasa tidak nyaman karena lapar, ingin digendong, atau ingin tidur. Setelah selesai, bersihkan tubuh bayi. Jika pijatan dilakukan pagi hari, bisa dilanjutkan dengan memandikan bayi. Jika dilakukan pada malam hari, cukup bersihkan tubuh bayi dengan air hangat.
Bayi butuh ungkapan kasih sayang dari orang tua. Salah satu cara adalah dengan pijat bayi. Dengan melakukan pemijatan yang tepat, bayi Anda akan mendapat banyak manfaat. Ayo pijat bayi mungil Anda dan mulai rasakan manfaatnya.

'''Fisioterapi''' merupakan ilmu yang menitik beratkan untuk menstabilkan atau memperbaiki gangguan fungsi alat gerak/fungsi tubuh yang terganggu yang kemudian diikuti dengan proses/metode terapi gerak.

Menurut Departemen Kesehatan Indonesia Fisioterapi adalah suatu pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk individu dan atau kelompok dalam upaya mengembangkan, memelihara, dan memulihkangerak dan fungsi sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan modalitas fisik, agen fisik, mekanis, gerak dan komunikasi
<!--
Kondisi-kondisi yang dapat ditangani adalah seperti:

    * Pada tumbuh kembang anak, antara lain:
          o Cerebral Palsy, Down Syndrome.
          o Dystropy Muscular Progressive (DMP),
          o Infeksi saluran nafas (batuk, pilek, asthma, dan lain-lain).
          o Cacat bayi pasca lahir.

    * Pada usia lanjut (Geriatry):
          o Nyeri pinggang / punggung.
          o Nyeri tengkuk dan bahu.
          o Nyeri pinggul, lutut & kaki serta tangan (Rheumatik).
          o Keterbatasan fungsi gerak sendi dan Limited Activity Daily Living.

    * Pada olahraga, antara lain:
          o Tennis Elbow, Golfers Elbow.
          o Thoracic Outlet Compression Syndrome (TOCS).
          o Cedera Otot Ligament, Dislokasi Sendi, dan lain-lain.

    * Pada kesehatan wanita, antara lain:
          o Infertilitas seperti Adnexitis.
          o Nyeri pinggang pasca menstruasi.
          o Senam Hamil.

    * Pada pelayanan medis, seperti:
          o Penyakit paru.
          o Penyakit jantung.
          o Stroke.
          o Trauma capitis.
          o Parkinson.
          o Guillian Barre Syndrom (GBS).
          o Facial Paralysis.
          o Pasca operasi orthopaedic.